Penyebab Dari Penyakit Herpes Genital

Penyakit herpes genital merupakan penyakit herpes yang meyerang bagian genital. Biasanya penyakit ini sering dialami oleh wanita. Dan penularan penyakit herpes ini melalui hubungan seksual. Penyakit herpes genital merupakan salah satu penyakit iinfeksi yang terjadi pada genital dengan gejala herpes genital dalam bentuk vesikel yang berkumpul atau berkelompok dengan eritem dasar yang sifatnya rekuren. Biasanya herpes genital ini terjadi papda bagian bokong, atau juga anal dan paha.

Penyebab dari penyakit herpes genital bisa disebabkan kakrena virus herpes Simpleks. Penyebab penyakit herpes genital yang lainnya melalui perantara manusia atau bisa juga melalui bahan yang sudah tercemar oleh virus. Tempat yang biasanya mengalami serangan adalah penis, vagina, anus atau juga mulut. Cara penularan penyakit herpes genital ini terjadi melalui kontak fisik.

Pada penyakit herpes genital pada wanita, gejalanya tidak ditunjukkan dan biasanya masa inkubasi yang terjadi sekitar 3-4 hari, dan kemudian barulah pada bagian vital Anda mengalami dan muncul gerombolan vesikel, diatas kulit dan kemerahan yang dirasa sangat nyeri, jika pecah maka akan menyebabkan bekas yang tertinggal. Penyebab dari penyakit herpes genital ini adalah karena fisik yang terlalu lelah, dan stress mental, serta infeksi pada sistemik yang lainnya.

Penyebab dari penyakit herpes genital yang lainnya adalah hubungan seksual yang dilakukan secara berlebihan pada banyak pasangan akan meningkatkan penyakit herpes genital ini menjadi lebih parah. Komplikasi akan terjadi juga pada wanita yang sedang hamil, dan penularan terjadi melalui arari si bayi saat melahirkan. Akibat dari penyakit herpes genital juga bisa menyebabkan keguguran terjadi, kematian yang terjadi pada janin, dan kecacatan. Kanker seviks salah satu bentuk komplikasi dari penyakit herpes genital ini.

Biasanya gejala dari munculnya penyakit herpes genital ini akan ditunjukkan jika seseorang terinfeksi sekitar 4-7 hari. Gejala awal yang ditunjukkann dari penyakit herpes genital adalah kesemutan dan sakit serta gatal. Dan kemudian akan muncul ecar bentuk fisik bercak kemerahan yang kecil dan rasanya nyeri bentuknya seperti lepuhan kecil.

Posted in Penyebab Herpes | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Herpes Simpleks

Masyarakat seringkali mengeluh mempunyai sariawan berdasarkan rasa sakit didalam mulut yang dialaminya. Padahal banyak hal yang dapat menyebabkan nyeri, misalnya ulser pseudomembran (membran palsu) dan luka. Oleh karena itu masyarakat disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter gigi dan penyakit mulut apabila mengalami sariawan untuk dapat dievaluasi lebih lanjut. Herpes simpleks ini harus dapat dibedakan dengan infeksi virus herpes lainnya, seperti herpes zoster pada daerah mulut dan varicella atau cacar air yang mempunyai gambaran lenting berair yang mudha pecah dan menjadi ulser/ sariawan yang disebabkan oleh reaksi alergi dan tidak didahului dengan lentingan maupun demam.

Herpes simpleks sebenarnya termasuk dalam penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya . Pada fase replikasi yaitu hari pertama sampai ketiga dapat diberikan antiviral seperti asiklovir 200-400 mg lima kali sehari dalam 5 hari. Fase replikasi juga dapat ditandai dengan munculnya lenting baru meskipun sudah lewat 72 jam pertama. Setelah fase replikasi selesai antiviral tidak efektif lagi . Pengobatan yang dapat diberikan adalah pengobatan sesuai gejala, misalnya penanganan pada ulser yang ditujukan untuk mencegah infeksi sekunder dan mempercepat penyembuhan, serta peningkatan daya tahan tubuh dengan memberikan multivitamin atau imunodulator serta antiseptik topikal seperti obat kumur yang mengandung chlorhexidine 0,2%. Demam yang terjadi pada kasus ini dapat diatasi dengan pemberian antipiretik sedangkan untuk mengatasi rasa sakit saat makan, dapat diberikan obat kumur yang memiliki efek anastesitopikal seperti dyclonine hydrochloride 0,5% atau diphenydramine hydrochloride 5mg/5ml. Atau dapat diberikan salep antiviral pada kasus herpes pada bibir, tetapi kurang efektif untuk herpes didalam mulut karena tidak bisa menempel biasanya daerah yang terkena pun cukup luas sehingga lebih dipilih antiviral sistemik secara oral atau diminum.

Antibiotik tidak diperlukan pada penanganan herpes simpleks, kecuali pada orang yang benar-benar tidak bisa menjaga kebersihan mulutnya dapat diberikan secara topikal. Sama sakli tidak diperlukan antibiotik sistemik atau diminum. Pemberian kortikosteroid juga merupakan kontra indikasi pada infeksi ini.

Tetap menjaga kebersihan mulut selama mengalami herpes simpleks, seperti dengan menggososk gigi dua kali sehari, seperti biasa serta menggunakan obat kumur seperti yang disarankan dokter gigi dan penyakit mulut. Pemakaian obat kumur tidak boleh sembarangan, harus sesuai petunjuk dokter karena jika dilakukan secara berlebihan dapat mengganggu floran normal rongga mulut dan dapat menimbulkan infeksi lain seperti tumbuhnya jamur.

Untuk mengurangi rasa sakit, sebaiknya menghindari makanan yang berbumbu seperti opor dan rendang, makanan yang pedas dan asam. Makanan yang dimaka dapat berupa makanan lunak atau cair.

Pencegahan utama adalah menjaga daya tahan tubuh, makan makanan yang sehat dan untuk menghindari perilaku seksual yang dapat menyebabkan penularan virus herpes dari genital.

Posted in Penyebab Herpes | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Herpes Simpleks

Hampir lebih dari separuh populasi sudah pernah terpapar virus herpes. Namun tidak semuanya menimbulkan gejala. Penularan virus ini sendiri adalah secara langsung melalui kontak lukanya langsung dan melalui cairan tubuh seperti air liur. Seperti virus lainnya birus herpes ini tidak dapat ditularkan melalui alat atau benda seperti sikat gigi. Masa inkubasi infeksi ini pada umumnya 5-7 hari namun dapat bervariasi dengan rentang 2-12 hari.

Pada herpes simpleks primer yang menimbulkan gejala dapat dijumpai gambaran primary herpes simplex stomatitis, yaitu ada ulser atau semacam sariawan di gusi dan juga ditempat lain, biasanya jumlahnya banyak. Sariawan ini biasanya didahului dengan munculnya lenting-lenting berair didalam mulut. Tempat paloing sering terjadi ulser/ sariawan pada herpes simpleks adalah langit-langit mulut bagian depan, lidah bagian atas gusi.

Seluruh infeksi sebenarnya merupakan self limitting disease sehingga sebenarnya sariawan ini dapat sembuh dalam 7-10 hari meskipun tidak diobati dan meninggalkan bekas. Herpes Simpleks ini sering membuat anak menjadi rewel tidak mau makan, dan kondisi tubuhnya melemah. Keadaan ini yang sering membuat  pasie datang ke dokter untuk berobat. Pada kasus-kasus ternetu membutuhkan perawatan yang lebih intensif sampai rawat inap seperti keadaan umum yang berat karena kondisi tubuh yang sangat lemah akibat tidak bisa makan.

Sekali terkena virus herpes simpleks, virus itu ada pada tubuh bersifat laten yang tidak aktif. Virus tersebut akan menjadi aktif jika terpapar faktor pemicu. Faktor pemicu yang dapat menyebabkan virus aktif kembali adalah paparan sinar matahari (herpes pada bibir)     , stress fisik maupun psikologis gangguan hormonal seperti saat akan menstruasi, dan beberapa kondisi yang menyebabkan imunitas tubuh turun yaitu pada HIV dan anemia. Virus yang aktif kembali dapat menyebabkan (1) ulser atau sariawan didalam mulut, (2) herpes labialis rekuren yaitu timbul lenting-lenting pada daerah bibir yang kemudian pecah menjadi ulser dan tidak mengenai bagian dalam mulut.

Semua penyakit herpes didahului dengan gejala awal selama 1-2 hari yaitu demam dan nyeri otot. Kemudian timbul lenting-lenting dengan ukuran 1-2 mm , berwarna bening dan berisi cairan, berkelompok atau sendiri-sendiri. Lenting-lenting ini mudah sekali pecah terutama bila terjadi didalam mulut sehingga yang sering ditemukan adalah ulser atau sariawan yang banyak yan terasa sakit. Sedangkan lenting-lenting pada daerah bibir biasanya masih dapat ditemui .

 

Posted in Penyebab Herpes | Tagged , , , , , | Leave a comment

Infeksi Herpes Simpleks

Infeksi herpes simpleks adalah infeksi yang disebabkan oleh virus herpes simpleks. Terdapat 80 jenis virus herpes dan delapan diantaranya dapat menyebabkan infeksi pada manusia, virus herpes simpleks adalah salah satunya.

Sebenarnya virus herpes simpleks itu terdiri dari dua macam, yaitu virus herpes simpleks tipe I (HSV I) yang sering menyerang daerah mulut dan virus herpes simpleks tipe II (HSV II) atau Herpes Genital yang biasa menyerang daerah kemaluan. Tapi tidak menutuo kemungkinan Herpes tipe II dapat ditemukan di mulut saat karena adanya kontak orogenital (kontak mulut dan kelamin). Seiring zaman yang kian terbuka ini kejadian ditemukannya herpes tipe II ini di mulut semakin meningkat. Begitu juga sebaliknya. HSV I yang seharusnya ada di mulut dapat juga ditemukan di daerah genital. Angka kejadian herpes simpleks cukup sering terjadi di masyarakat.

Secara umum infeksi herpes simpleks melalui 2 tahap yaitu :

  1. Pertama adalah infeksi primer pada saat tubuh terkena virus herpes simpleks untuk pertama kalinya. Kejadian infeksi primer HSV I paling banyak pada usia 2-3 tahun, sedangkan insiden HSV 2 biasanya trejadi pada usia yang telah aktif secara seksual. Terdapat dua kemungkinan saat orang terkena infeksi primer yaitu bergejala atau tidak timbul gejala. Orang dengan tipe-tipe primer yang tidak bergejala jarang datang berobat karena memang tidak merasakan apa-apa meskipun virus telah memasuki tubuhnya. Infeksi primer terjadi saat virus pertama kali masuk ke dalam kulit atau mukosa. Infeksi ini dapat meneybabkan timbulnya gejala prodromal dan sariawan yang terjadi khas pada gusi yang dinamakan primary herpetic gingivostomatitis. Namun infeksi primer ini tidak bergejala sama sekali. Primary herpetic gingivostomatitis biasanya terjadi pada anak-anak dalam bentuk ulser yang sangat sakit terutama pada gusi, walaupun dapat terjadi juga pada bagian lain dari mulut. Biasanya anak menjadi rewel dan tidak mau makan. Setelah seseorang terapapar virus ini, virus akan bergerak ke ujung saraf yang disebut ujung ganglion dorsal. Di saraf ini, virus akan bereproduksi lagi dan tidak menimbulkan gejala, ia menjadi tidak aktif sampai ada faktor predisposisi/ faktor pencetus yang membuatnya aktif kembali. Periode ini disebut periode laten.
  2. Kedua adalah infeksi rekuren, yaitu infeksi berikutnya karena virus herpes simpleks yang bersembunyi didalam tubuh menjadi aktif kembali. Infeksi rekuren ini umumnya menimbulkan gejala. Bila terjadi suatu kondisi tertentu seperti stressk, papara sinar matahari yang berlebihan, menurunnya sistem kekebalan utbh, kelelahan, atau perubahan hormon, virus akan menjadi aktif kembali dan bereplikasi sehingga menimbulkan gejala klinis yaitu gejala prodromal dan sariawan yang diawali dengan lentingan. Fase ini disebut fase rekurensi. Setelah fase rekurensi maka virus akan kembali laten di ujung saraf hingga ada faktor yang mencetuskannya aktif kembali. Gambaran klinis dari fase rekuren ini adalah recurrent intra oral herpes (terjadi didalam mulut) dan recurrent herpes labialis ( terjadi di bibir luar).

 

Posted in Penyebab Herpes | Tagged , , , , , | Leave a comment

Gejala Herpes Zoster

Herpes zoster adalah lepuhan kulit yang disebabkan oleh kebangkitan kembali virus varisela-zoster yang menetap laten di akar saraf. Virus varisela-zoster adalah virus yang juga menyebabkan cacar air. Siapa pun yang pernah menderita cacar air di masa lalu dapat terkena herpes zoster. Penyakit ini sangat berbeda dengan herpes genital, yang merupakan salah satu jenis penyakit menular seksual.

Hampir setiap orang pernah terkena cacar air dalam hidupnya (biasanya saat masih anak-anak). Virus ini tidak sepenuhnya pergi setelah cacar air Anda menghilang. Sejumlah virus tetap bertahan di akar-akar saraf. Mereka tidak menimbulkan kerusakan dan gejala. Karena suatu hal, virus ini kembali berkembang biak dan merangsek menuju kulit sehingga menyebabkan herpes zoster.

Herpes Zoster

Pada permulaannya, herpes zoster akan menyebabkan sedikit demam, pilek, cepat merasa lelah, lesu, dan lemah. Gejala-gejala ini khas untuk infeksi virus. Pada kasus yang lebih berat, bisa dirasakan nyeri sendi, sakit kepala dan pusing. Nyeri akan terasa di bagian tubuh Anda yang sarafnya terpengaruh. Nyeri ini berkisar dari ringan sampai berat berupa rasa pegal, terbakar atau menusuk-nusuk. Kulit di bagian tubuh yang terkena biasanya terasa lunak.

Beberapa hari kemudian timbullah bintik kecil kemerahan pada kulit. Bintik-bintik ini lalu berubah menjadi gelembung-gelembung transparan berisi cairan, persis seperti pada cacar air namun hanya bergerombol di sepanjang kulit yang dilalui oleh saraf yang terkena. Bintik-bintik baru dapat terus bermunculan dan membesar sampai seminggu kemudian. Jaringan lunak di bawah dan di sekitar lepuhan dapat membengkak untuk sementara karena peradangan yang disebabkan oleh virus.

Gelembung kulit ini mungkin terasa agak gatal sehingga dapat tergaruk tanpa sengaja. Jika dibiarkan, gelembung akan segera mengering membentuk keropeng (krusta) yang nantinya akan terlepas dan meninggalkan bercak berwarna gelap di kulit (hiperpigmentasi). Bercak ini lama-kelamaan akan pudar tanpa meninggalkan bekas. Namun, jika gelembung tersebut pecah oleh garukan, keropeng akan terbentuk lebih dalam sehingga mengering lebih lama. Kondisi ini juga memudahkan infeksi bakteri. Setelah mengering, keropeng akan meninggalkan bekas yang dalam dan dapat membuat parut permanen.

Virus varisela-zoster umumnya hanya mempengaruhi satu saraf saja, pada satu sisi tubuh. Sesekali, dua atau tiga syaraf bersebelahan dapat terpengaruh. Saraf di kulit dada atau perut dan wajah bagian atas (termasuk mata) adalah yang paling sering terkena. Herpes zoster di wajah seringkali menimbulkan sakit kepala yang parah. Otot-otot wajah juga untuk sementara tidak dapat digerakkan.

Herpes zoster dapat terjadi pada siapa pun di usia berapapun. Sekitar 1 dari 5 orang pernah terkena herpes zoster pada suatu saat dalam hidupnya. Meskipun jarang terjadi, seseorang bisa terkena herpes zoster lebih dari sekali. Dalam kebanyakan kasus, serangan herpes zoster terjadi tanpa alasan yang jelas. Kadang-kadang stres atau sakit dapat menjadi pemicunya. Herpes zoster lebih umum pada orang yang berusia di atas 50 tahun dan yang memiliki sistem kekebalan lemah, misalnya penderita HIV/AIDS atau mereka yang sistem kekebalannya ditekan untuk pengobatan kanker.

Bila Anda belum pernah menderita cacar air, Anda akan terkena cacar air bila tertular varisela zoster dari penderita herpes zoster. (Anda tidak bisa terkena herpes zoster dari penderita herpes zoster).  Virus ini menular melalui kontak langsung dengan kulit yang terkena. Namun, kebanyakan orang dewasa dan anak-anak yang lebih tua pernah menderita cacar air sehingga kebal terhadapnya.
Komplikasi

Herpes zoster tidak menimbulkan komplikasi pada kebanyakan orang. Bila timbul komplikasi, hal-hal berikut dapat terjadi:

1. Neuralgia pasca herpes

Ini adalah komplikasi yang paling umum. Nyeri saraf (neuralgia) akibat herpes zoster ini tetap bertahan setelah lepuhan kulit menghilang. Masalah ini jarang terjadi pada orang yang berusia di bawah 50. Rasa nyeri biasanya secara bertahap menghilang dalam satu bulan tetapi pada beberapa orang dapat berlangsung berbulan-bulan bila tanpa pengobatan.

2. Infeksi kulit

Kadang-kadang lepuhan terinfeksi oleh bakteri sehingga kulit sekitarnya menjadi merah meradang. Jika hal ini terjadi maka Anda mungkin perlu antibiotik.

3. Masalah mata

Herpes zoster pada mata dapat menyebabkan peradangan sebagian atau seluruh bagian mata yang mengancam penglihatan.

4. Kelemahan/layuh otot

Kadang-kadang, saraf yang terkena dampak adalah saraf motorik dan saraf sensorik yang sensitif. Hal ini dapat menimbulkan kelemahan (palsy) pada otot-otot yang dikontrol oleh saraf.

5. Komplikasi lain

Misalnya, infeksi otak oleh virus varisela-zoster, atau penyebaran virus ke seluruh tubuh. Ini adalah komplikasi yang sangat serius tapi jarang terjadi. Penderita herpes zoster dengan sistem kekebalan tubuh lemah lebih berisiko mengembangkan komplikasi langka ini.

Posted in Penyebab Herpes | Tagged , , , , , | Leave a comment

Penyebab Herpes Kulit

Herpes merupakan penyakit yang ditandai dengan adanya bintik merah nanah dan berkelompok di kulit dan disertai oleh demam. Penyebab herpes adalah virus anggota famili Herpertoviridae. Virus herpes menyerang kulit dan selaput lendir.

Ada tipe virus herpes yang hanya menyerang membran mukus di mulut dan bibir. Selain itu, ada pula tipe herpes yang hanya menyerang alat genital sehingga menyebabkan sakit pada alat kelamin. Virus memasuki tubuh melalui luka kecil dan bersarang di tubuh secara permanen. Oleh karena itu, herpes dapat kambuh sewaktu-waktu, biasanya jika seseorang sedang stres dan daya tahan tubuhnya menurun.

Selain pada saat daya tahan tubuh menurun, herpes umumnya bisa kambuh jika :

1. Lama terpapar cahaya matahari
2. Sedang demam tinggi
3. Stres fisik maupun emosi
4. Aktivitas seksual
5. Sehabis operasi
6. Selagi haid
7. Mengkonsumsi makanan atau obat-obatan tertentu

Pada saat herpes kambuh itulah virus herpesnya bangkit dari tidur, lalu bisa pindah menularkan kepada pasangan seksnya.

Satu dari sepuluh orang yang melakukan kegiatan seks dengan orang yang tidak memperlihatkan gejala herpes masih ada kemungkinan tertular herpes kelamin.

Kasus herpes yang kambuh bisa juga tanpa gejala. Maka, jangan melakukan aktivitas seksual apabila terasa panas, gatal, pedih pada kemaluan. Apalagi jika cacar herpes sudah muncul di kemaluan, untuk amannya sebaiknya tidak melakukan kegiatan seks kendati memakai kondom. Tunggu sampai sembuh dulu.

Anak dan bayi tertular herpes bibir dan mulut dari orang dewasa. Penularan terjadi melalui kecupan atau ciuman. Maka sebaiknya tidak mencium anak dan bayi jika orang dewasa sedang sariawan, apalagi jika tahu dirinya pernah herpes bibir dan mulut.

Penularan juga dapat terjadi melalui tangan tercemar virus herpes. Jika tangan pengidap herpes memegang cacar herpes, atau baru habis dari kamar kecil, langsung memegang mata, menyentuh anak, bisa menularkan jika tidak membasuh tangan dengan sabun dahulu.

Penularan bisa terjadi pada diri sendiri jika memegang cacar herpes lalu tidak membasuh tangan. Tangan yang tercemar virus herpes yang tidak dibasuh dulu bisa memindahkan virusnya ke bagian tubuh mana saja, termasuk sewaktu memegang atau memakai lensa kontak.

Herpes simpleks berbahaya pada ibu hamil. Penularan bisa terjadi sebelum lahir, sewaktu persalinan atau sehabis melahirkan. Jika itu serangan herpes pertama kali, sebagian besar menular. Jika herpesnya kekambuhan saja, kecil kemungkinannya menular.

Hanya jika infeksi pertama kali yang diperkirakan berpotensi menularkan. Pada kasus demikian agar anak tidak tertular, dipertimbangkan persalinan tidak melalui jalan lahir seperti biasa, melainkan memilih persalinan caesar lewat dinding perut.

Oleh karena itu maka setiap ibu hamil sebaiknya melakukan pemeriksaan herpes simpleks juga sebelum menikah atau begitu hamil. Biasanya dilakukan pemeriksaan laboratorium darah TORCH.

Dengan pemeriksaan ini selain untuk mengetahui kemungkinan herpes simpleks, juga toxoplasma, campak jerman rubella, dan virus cyotomegalo.

Dari hasil pemeriksaan tersebut dapat diketahui apakah herpes kelaminnya sedang, pernah atau masihkah aktif. Dengan demikian, bisa dilakukan upaya pencegahan agar herpes ibu tidak membahayakan anak yang dikandung dan bakal dilahirkannya.

Posted in Penyebab Herpes | Tagged , , , , , | 1 Comment

Penyebab Penyakit Herpes

Penyakit herpes ada dua. Herpes simpleks dan herpes zoster. Herpes simpleks ada yang menyerang bibir dan mulut, ada juga yang bersarang di kelamin. Sedangkan herpes zoster menyerang kulit badan bagian mana saja. Umumnya hanya menyerang 1 sisi tubuh.

Penyebabnya adalah virus herpes. Virus ini menular. Menyerupai penyakit cacar. Virus berasal dari cacar herpes tersebar di udara, dan masuk ke dalam tubuh melewati saluran pernapasan.

Penularan terjadi juga lewat bersentuhan langsung dengan cacar herpes, atau melalui berciuman. Sedangkan herpes kelamin ditularkan melalui hubungan seks.

Jika daya tahan tubuh menurun, seseorang rentan terserang herpes. Semakin buruk daya tahan tubuh, semakin berat penyakitnya. Semakin tua usia pasien, umumnya semakin parah penyakit herpes yang diderita.

Herpes simplex di bibir dan mulut bisa menyerang semua umur. Sedangkan herpes simpleks kelamin umumnya menyerang orang dewasa. Demikian pula halnya dengan herpes zoster.

Empat perlima orang Amerika mengidap herpes bibir dan mulut. Sekitar 45 juta penduduk Amerika mengidap herpes kelamin. Dua juta diantaranya tidak sadar jika tengah mengidapnya, sebab tidak bergejala.

Sebagian besar herpes simpleks memang tidak menunjukkan gejala. Hampir sebagian besar penduduk menjadi pembawa herpes atau carrier virus herpes (70%-90%). Hanya 1% saja yang gejala nya muncul.

Herpes biasanya kambuh-kambuhan. Herpes kambuhan umumnya lebih ringan dibanding dengan herpes serangan pertama. Atau bisa juga tanpa gejala.

Virus herpes zoster berkerabat dengan virus cacar air. Yang waktu kecil pernah terkena cacar air setelah besar akan terkena herpes zoster jika kekebalan terhadap cacar air tidak sempurna.

Herpes simpleks mulut dan bibir gambarannya khas. Di bibir tumbuh lenting-lenting bening sekepala jarum pentul bergerombol. Tumbuhnya di perbatasan selaput merah bibir dengan kulit. Tampak agak kemerahan.

Mulanya gatal, setelah pecah menjadi perih. Herpes bibir yang sudah sembuh bisa kambuh kembali. Biasanya kambuh di tempat yang sama. Mungkin disertai tidak enak badan, demam, dan nyeri kepala.

Sedangkan herpes yang di mulut menyerupai sariawan. Bedanya dengan sariawan, herpes mulut kambuh di tempat yang sama. Jika Anda sering sariawan ditempat itu, kemungkinan herpes mulut.

Herpes kelamin lebih berat. Pada pria, cacar herpesnya tumbuh di kulit kulup, kepala penis, atau leher penis. Sedangkan pada wanita tumbuh di bibir kemaluan, klitoris, kulit bawah vagina, vagina dan bisa juga di leher rahim.

Herpes pada homoseks bisa tumbuh di dubur atau ujung usus besar. Pada wanita nyeri herpes kelamin bisa luar biasa hebat, hingga mungkin tidak bisa berjalan, atau menimbulkan gangguan berkemih.

Herpes zoster umumnya menyerang sesisi tubuh saja. Jika berat, mungkin menyerang pada kedua sisi. Awalnya juga terasa pegal, nyeri, di bagian tubuh yang akan ditumbuhi herpes.

Beberapa hari kemudian pada kulitnya terasa panas dan pedih. Lalu di kulit yang terasa tidak enak itu muncul warna kemerahan dengan lenting-lenting cacar herpes sebesar kacang hijau bergerombol mirip kulit melepuh terkena api.

Gambaran cacar herpesnya berderet menyerupai ular, maka dijuluki “cacar ular”. Munculnya bisa memilih pada kulit wajah, atau bola mata, leher, bahu, lengan, dada, perut, paha, atau pada tungkai dan kaki, tetapi hanya sesisi dan biasanya sembuh dengan sendirinya dalam waktu dua minggu. Umumnya disertai demam, pegal linu, dan nyeri kepala.

Posted in Penyebab Herpes | Tagged , , , , , | Leave a comment