Penyebab Dari Penyakit Herpes Genital

Penyebab Dari Penyakit Herpes Genital – Penyakit herpes genital merupakan penyakit herpes yang meyerang bagian genital. Biasanya penyakit ini sering dialami oleh wanita. Dan penularan penyakit herpes ini melalui hubungan seksual. Penyakit herpes genital merupakan salah satu penyakit iinfeksi yang terjadi pada genital dengan gejala herpes genital dalam bentuk vesikel yang berkumpul atau berkelompok dengan eritem dasar yang sifatnya rekuren. Biasanya herpes genital ini terjadi papda bagian bokong, atau juga anal dan paha.

 Penyebab Dari Penyakit Herpes Genital

Penyebab Dari Penyakit Herpes Genital

 Penyakit Herpes

Penyebab dari penyakit herpes genital bisa disebabkan kakrena virus herpes Simpleks. Penyebab penyakit herpes genital yang lainnya melalui perantara manusia atau bisa juga melalui bahan yang sudah tercemar oleh virus. Tempat yang biasanya mengalami serangan adalah penis, vagina, anus atau juga mulut. Cara penularan penyakit herpes genital ini terjadi melalui kontak fisik.

Pada penyakit herpes genital pada wanita, gejalanya tidak ditunjukkan dan biasanya masa inkubasi yang terjadi sekitar 3-4 hari, dan kemudian barulah pada bagian vital Anda mengalami dan muncul gerombolan vesikel, diatas kulit dan kemerahan yang dirasa sangat nyeri, jika pecah maka akan menyebabkan bekas yang tertinggal. Penyebab dari penyakit herpes genital ini adalah karena fisik yang terlalu lelah, dan stress mental, serta infeksi pada sistemik yang lainnya.

Penyebab dari penyakit herpes genital yang lainnya adalah hubungan seksual yang dilakukan secara berlebihan pada banyak pasangan akan meningkatkan penyakit herpes genital ini menjadi lebih parah. Komplikasi akan terjadi juga pada wanita yang sedang hamil, dan penularan terjadi melalui arari si bayi saat melahirkan. Akibat dari penyakit herpes genital juga bisa menyebabkan keguguran terjadi, kematian yang terjadi pada janin, dan kecacatan. Kanker serviks salah satu bentuk komplikasi dari penyakit herpes genital ini.

Harus Anda ketahui adalah bahwa penyebab herpes adalah berasal dari virus herpes yang bsia ditularkan lewat kontak langsung dengan si penderita. Setelah penyakiti ini terbentuk, kemudian virus aktif di dalam tubuh dan lama kelamaan akan semakin mengaktifkan selama penderita sedang mengalami stres atau depresi dan akan menjadi aktif di dalam sel saraf. HSV kemudian akan memasuki tubuh lewat selaput lendir atau juga lewat lubang kecil yang muncul pada kulit sebagai salah satu akibat yang terjadi pada kontak langsung misalnya adalah lewat :

  1. Sentuhan
  2. Ciuman
  3. Aktivitas seksual yang dilakukan lewat vagina
  4. Aktivitas seksual yang dilakukan lewat oral atau juga anal

Selain itu, virus yang paling menular adalah saat terjadi kontak langsung dengan luka pada herpes. Penyebab herpes juga bisa ditularkan lewat air liur, dan juga lewat kontak kulit oleh orang-orang yang mempunyai riwayat penyakit herpes.

Cara Mengobati Penyakit Herpes

Saat ini, penyebab herpes bisa diobati dengan mudah namun tidak bisa disembuhkan dengan total. Ada beberapa jenis pengobatan penyebab herpes yang bisa dilakukan dalam menurunkan gejala herpes yang muncul. Pengobatan ini bisa dilakukan dengan cara tradisional aktau bisa juga dengan cara dokter. Cara pengobatan yang dilakukan jika muncul gejala herpes seperti rasa sakit saat sedang buang air kecil maka Anda bisa mengatasinya dengan cara minum banyak air putih. Jika Anda menyentuh ke bagian yang mengalami infeksi, maka sebaiknya cucilah tangan Anda dengan menyeluruh dan hindari menyentuh, menggosok mulut atau juga mata menggunakan tangan yang sama. Ini merupakan salah satu bentuk dari pencegahan penyebab herpes lebih lanjut. Daerah yang mengalami infeksi maka bisa diberikan dengan sedikit garam mandi Epson dalam membantu mengeringkan luka yang muncul.

Hindarilah tekanan atau stres yang berlebihan, dapatkan waktu yang cukup dalam beristirahat. Diet yang dilakukan dengan tepat juga merupakan salah satu cara yang baik yang bsia membantu mencegah terjadinya wabah karena bisa membantu untuk meningkatkan sistem daya tahan tubuh agar lebih sehat lagi. Sebaiknya jangan melakukan kontak langsung dengan siapapun agar mencegah terjadinya penularan penyebab herpes yang sedang Anda alami.

Harus Anda ketahui bahwa penyebab herpes genitalis akan menyebabkan terjadinya kematian pada bayi yang menalami infeksi. Jika seorang wanita mempunyai masalah dengan penyakit herpes genital yang aktif disaat sedang melahirkan maka sebaiknya melahirkan dengan proses caesar adalah salah satu jalannya untuk mencegah terjadinya penularan pada bayi. Seseorang yang sedag menderita penyakit herpes simpleks aktif sebaiknya juga lebih berhati-hati dalam melakukan hubungan seksual. Hal ini bertujuan untuk mencegah dan menghindari diri agar tidak terserang penyakit HIV Aids. Untuk pengidap penyakit HIV Aids dan juga penyakit herpes simpleks, maka sebaiknya juga lebih berhati-hati saat sedang mengalami herpes aktif, karena disaat hal ini terjadi, maka viral load hiv ini akan lebih tinggi sehingga akan memungkinkan untuk bisa ditularkan pada orang lain lagi. Untuk membantu mengetahui penyebab herpes yang Anda alami maka lakukanlah tes lab.

Biasanya gejala dari munculnya penyakit herpes genital ini akan ditunjukkan jika seseorang terinfeksi sekitar 4-7 hari. Gejala awal yang ditunjukkann dari penyakit herpes genital adalah kesemutan dan sakit serta gatal. Dan kemudian akan muncul ecar bentuk fisik bercak kemerahan yang kecil dan rasanya nyeri bentuknya seperti lepuhan kecil.

 Penyebab Dari Penyakit Herpes Genital

Posted in Penyebab Herpes | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Herpes Simpleks

Herpes Simpleks  – Masyarakat seringkali mengeluh mempunyai sariawan berdasarkan rasa sakit didalam mulut yang dialaminya. Padahal banyak hal yang dapat menyebabkan nyeri, misalnya ulser pseudomembran (membran palsu) dan luka. Oleh karena itu masyarakat disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter gigi dan penyakit mulut apabila mengalami sariawan untuk dapat dievaluasi lebih lanjut. Herpes simpleks ini harus dapat dibedakan dengan infeksi virus herpes lainnya, seperti herpes zoster pada daerah mulut dan varicella atau cacar air yang mempunyai gambaran lenting berair yang mudha pecah dan menjadi ulser/ sariawan yang disebabkan oleh reaksi alergi dan tidak didahului dengan lentingan maupun demam.

Herpes Simpleks

Herpes SimpleksHerpes Simpleks

Penyakit Herpes

Penyakit Herpes simpleks sebenarnya termasuk dalam penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya . Pada fase replikasi yaitu hari pertama sampai ketiga dapat diberikan antiviral seperti asiklovir 200-400 mg lima kali sehari dalam 5 hari. Fase replikasi juga dapat ditandai dengan munculnya lenting baru meskipun sudah lewat 72 jam pertama. Setelah fase replikasi selesai antiviral tidak efektif lagi . Pengobatan yang dapat diberikan adalah pengobatan sesuai gejala, misalnya penanganan pada ulser yang ditujukan untuk mencegah infeksi sekunder dan mempercepat penyembuhan, serta peningkatan daya tahan tubuh dengan memberikan multivitamin atau imunodulator serta antiseptik topikal seperti obat kumur yang mengandung chlorhexidine 0,2%. Demam yang terjadi pada kasus ini dapat diatasi dengan pemberian antipiretik sedangkan untuk mengatasi rasa sakit saat makan, dapat diberikan obat kumur yang memiliki efek anastesitopikal seperti dyclonine hydrochloride 0,5% atau diphenydramine hydrochloride 5mg/5ml. Atau dapat diberikan salep antiviral pada kasus herpes pada bibir, tetapi kurang efektif untuk herpes didalam mulut karena tidak bisa menempel biasanya daerah yang terkena pun cukup luas sehingga lebih dipilih antiviral sistemik secara oral atau diminum.

Hampir lebih dari separuh populasi sudah pernah terpapar virus herpes. Namun tidak semuanya menimbulkan gejala herpes. Penularan virus ini sendiri adalah secara langsung melalui kontak lukanya langsung dan melalui cairan tubuh seperti air liur. Seperti virus lainnya birus herpes ini tidak dapat ditularkan melalui alat atau benda seperti sikat gigi. Masa inkubasi infeksi ini pada umumnya 5-7 hari namun dapat bervariasi dengan rentang 2-12 hari.

Pada penyebab herpes simpleks primer yang menimbulkan gejala dapat dijumpai gambaran primary herpes simplex stomatitis, yaitu ada ulser atau semacam sariawan di gusi dan juga ditempat lain, biasanya jumlahnya banyak. Sariawan ini biasanya didahului dengan munculnya lenting-lenting berair didalam mulut. Tempat paloing sering terjadi ulser/ sariawan pada herpes simpleks adalah langit-langit mulut bagian depan, lidah bagian atas gusi.

Seluruh infeksi sebenarnya merupakan self limitting disease sehingga sebenarnya sariawan ini dapat sembuh dalam 7-10 hari meskipun tidak diobati dan meninggalkan bekas. Herpes Simpleks ini sering membuat anak menjadi rewel tidak mau makan, dan kondisi tubuhnya melemah. Keadaan ini yang sering membuat  pasie datang ke dokter untuk berobat. Pada kasus-kasus ternetu membutuhkan perawatan yang lebih intensif sampai rawat inap seperti keadaan umum yang berat karena kondisi tubuh yang sangat lemah akibat tidak bisa makan.

Sekali terkena penyebab herpes virus herpes simpleks, virus itu ada pada tubuh bersifat laten yang tidak aktif. Virus tersebut akan menjadi aktif jika terpapar faktor pemicu. Faktor pemicu yang dapat menyebabkan virus aktif kembali adalah paparan sinar matahari (herpes pada bibir) , stress fisik maupun psikologis gangguan hormonal seperti saat akan menstruasi, dan beberapa kondisi yang menyebabkan imunitas tubuh turun yaitu pada HIV dan anemia. Virus yang aktif kembali dapat menyebabkan (1) ulser atau sariawan didalam mulut, (2) herpes labialis rekuren yaitu timbul lenting-lenting pada daerah bibir yang kemudian pecah menjadi ulser dan tidak mengenai bagian dalam mulut.

Gejala Herpes

Semua penyakit herpes didahului dengan gejala awal selama 1-2 hari yaitu demam dan nyeri otot. Kemudian timbul lenting-lenting dengan ukuran 1-2 mm , berwarna bening dan berisi cairan, berkelompok atau sendiri-sendiri. Lenting-lenting ini mudah sekali pecah terutama bila terjadi didalam mulut sehingga yang sering ditemukan adalah ulser atau sariawan yang banyak yan terasa sakit. Sedangkan lenting-lenting pada daerah bibir biasanya masih dapat ditemui .

Cara Mengobati Herpes

Antibiotik tidak diperlukan pada penanganan herpes simpleks, kecuali pada orang yang benar-benar tidak bisa menjaga kebersihan mulutnya dapat diberikan secara topikal. Sama sakli tidak diperlukan antibiotik sistemik atau diminum. Pemberian kortikosteroid juga merupakan kontra indikasi pada infeksi ini.

Tetap menjaga kebersihan mulut selama mengalami herpes simpleks, seperti dengan menggososk gigi dua kali sehari, seperti biasa serta menggunakan obat kumur seperti yang disarankan dokter gigi dan penyakit mulut. Pemakaian obat kumur tidak boleh sembarangan, harus sesuai petunjuk dokter karena jika dilakukan secara berlebihan dapat mengganggu floran normal rongga mulut dan dapat menimbulkan infeksi lain penyebab herpes seperti tumbuhnya jamur.

Untuk mengurangi rasa sakit penyebab herpes, sebaiknya menghindari makanan yang berbumbu seperti opor dan rendang, makanan yang pedas dan asam. Makanan yang dimaka dapat berupa makanan lunak atau cair. Pencegahan penyebab herpes utama adalah menjaga daya tahan tubuh, makan makanan yang sehat dan untuk menghindari perilaku seksual yang dapat menyebabkan penularan virus herpes dari genital.

Herpes Simpleks

Posted in Penyebab Herpes | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Infeksi Herpes Simpleks

Infeksi Herpes Simpleks  – Infeksi herpes simpleks adalah infeksi yang disebabkan oleh virus herpes simpleks. Terdapat 80 jenis virus herpes dan delapan diantaranya dapat menyebabkan infeksi pada manusia, virus herpes simpleks adalah salah satunya.

Infeksi Herpes Simpleks

Infeksi Herpes Simpleks

Penyakit Herpes

Sebenarnya virus infeksi herpes simpleks itu terdiri dari dua macam, yaitu virus herpes simpleks tipe I (HSV I) yang sering menyerang daerah mulut dan virus herpes simpleks tipe II (HSV II) atau Herpes Genital yang biasa menyerang daerah kemaluan. Tapi tidak menutup kemungkinan Herpes tipe II dapat ditemukan di mulut saat karena adanya kontak orogenital (kontak mulut dan kelamin). Seiring zaman yang kian terbuka ini kejadian ditemukannya herpes tipe II ini di mulut semakin meningkat. Begitu juga sebaliknya. HSV I yang seharusnya ada di mulut dapat juga ditemukan di daerah genital. Angka kejadian herpes simpleks cukup sering terjadi di masyarakat.

Secara umum infeksi herpes simpleks melalui 2 tahap yaitu :

  1. Pertama adalah infeksi primer pada saat tubuh terkena virus herpes simpleks untuk pertama kalinya. Kejadian infeksi primer HSV I paling banyak pada usia 2-3 tahun, sedangkan insiden HSV 2 biasanya trejadi pada usia yang telah aktif secara seksual. Terdapat dua kemungkinan saat orang terkena infeksi primer yaitu bergejala atau tidak timbul gejala. Orang dengan tipe-tipe primer yang tidak bergejala jarang datang berobat karena memang tidak merasakan apa-apa meskipun virus telah memasuki tubuhnya. Infeksi primer terjadi saat virus pertama kali masuk ke dalam kulit atau mukosa. Infeksi ini dapat meneybabkan timbulnya gejala prodromal dan sariawan yang terjadi khas pada gusi yang dinamakan primary herpetic gingivostomatitis. Namun infeksi primer ini tidak bergejala sama sekali. Primary herpetic gingivostomatitis biasanya terjadi pada anak-anak dalam bentuk ulser yang sangat sakit terutama pada gusi, walaupun dapat terjadi juga pada bagian lain dari mulut. Biasanya anak menjadi rewel dan tidak mau makan. Setelah seseorang terapapar virus ini, virus akan bergerak ke ujung saraf yang disebut ujung ganglion dorsal. Di saraf ini, virus akan bereproduksi lagi dan tidak menimbulkan gejala, ia menjadi tidak aktif sampai ada faktor predisposisi/ faktor pencetus yang membuatnya aktif kembali. Periode ini disebut periode laten.
  2. Kedua adalah infeksi rekuren, yaitu infeksi berikutnya karena virus herpes simpleks yang bersembunyi didalam tubuh menjadi aktif kembali. Infeksi rekuren ini umumnya menimbulkan gejala. Bila terjadi suatu kondisi tertentu seperti stressk, papara sinar matahari yang berlebihan, menurunnya sistem kekebalan tubuh, kelelahan, atau perubahan hormon, virus akan menjadi aktif kembali dan bereplikasi sehingga menimbulkan gejala klinis yaitu gejala prodromal dan sariawan yang diawali dengan lentingan. Fase ini disebut fase rekurensi. Setelah fase rekurensi maka virus akan kembali laten di ujung saraf hingga ada faktor yang mencetuskannya aktif kembali. Gambaran klinis dari fase rekuren ini adalah recurrent intra oral herpes (terjadi didalam mulut) dan recurrent herpes labialis ( terjadi di bibir luar).

Penyebab Herpes

Penyebab herpes khususnya untuk penyakit herpes simpleks terbagi menjadi 2 yakni adalah HSV 1 dan HSV 2 :

  1. Penyebab  herpes HSV 1 disebabkan karena penyebab herpes yang terjadi akibat luka pada bibir yang disebut dengan penyakit herpes labialis, dan luka yang terjadi pada kornea mata yang disebut dengan keratitis herpes simpleks. Biasanya penyebab herpes ini ditularkan lewat kontak dengan sekresi atau juga pada daerah mulut.
  2. Penyebab herpes HSV 2 disebabkan karena penyakit herpes genitalis dan biasanya ditularkan lewat kontak langsung dengan luka misalnya saat sedang melakukan hubungan seksual.

Diagnosa yang ditegakkan pada penyebab herpes adalah dilihat dari gejala-gejala yang muncul pada bagian tubuh tertentu dan juga gejala yang khas untuk penyakit herpes simplpeks. Untuk membantu menegakkan diagnosis maka bisa dilakukan dengan cara pembiakan virus penyakit herpes, lewat pemeriksaan darah dalam mengetahui ada atau tidaknya peningkatan pada kadar antibodi serta biosi. Pada stadium awal, diagnosis biasanya ditegakkan dengan cara menggunakan beberapa teknik yang paling baru yakni adalah dengan melakukan suatu reaksi pada rantai polimerase, yang biasanya digunakan untuk membantu mengenal DNA dari penyebab herpes virus herpes simpleks yang ada di dalam jaringan atau juga ada di dalam cairan tubuh.

Cara Mengobati Penyakit Herpes

Satu-satunya pengobatan penyakit herpes labialis yang dilakukan adalah dengan cara menjaga dan memelihara kebersihan pada daerah yang mengalami infeksi dengan cara mencucinya dengan rajin menggunakan sabun dan juga menggunakan air. Kemudian pada daerah tersebut dikeringkan, jangan dibiarkan lembab. Karena jika dibiarkan lembab maka hal ini akan mengakibatkan peradangan yang terjadi semakin memburuk, bisa membuat penyembuhan menjadi lebih lama dan membuat lebih mudah terjadinya infeksi bakteri. Untuk membantu melakukan pencegahan dan pengobatan pada infeksi bakteri, maka biasanya dokter akan memberikan salep antibiotik. Jika infeksi dari bakteri terjadi semakin hebat dan bisa menimbulkan beberapa gejala yang semakin parah maka biasanya akan diberikan obat antibiotik per-oral atau juga bisa diberikan lewat suntikan. Penggunaan dari krim anti virus kadang juga dioleskan langsung pada bagian kulit yang mengalami lepuhan. Penggunaan obat herpes seperti asiklovir dan jga vidarabin per oral juga bisa digunakan untuk mengobati infeksi herpes yang sangat berat dan juga sangat meluas.

Infeksi Herpes Simpleks

Posted in Penyebab Herpes | Tagged , , , , , | Leave a comment

Gejala Herpes Zoster

Gejala Herpes Zoster – Herpes zoster adalah lepuhan kulit yang disebabkan oleh kebangkitan kembali virus varisela-zoster yang menetap laten di akar saraf. Virus varisela-zoster adalah virus yang juga menyebabkan cacar air. Siapa pun yang pernah menderita cacar air di masa lalu dapat terkena herpes zoster. Penyakit ini sangat berbeda dengan herpes genital, yang merupakan salah satu jenis penyakit menular seksual.

Gejala Herpes Zoster

Gejala Herpes Zoster

Penyakit Herpes Zoster

Hampir setiap orang pernah terkena cacar air dalam hidupnya (biasanya saat masih anak-anak). Virus ini tidak sepenuhnya pergi setelah cacar air Anda menghilang. Sejumlah virus tetap bertahan di akar-akar saraf. Mereka tidak menimbulkan kerusakan dan gejala. Karena suatu hal, virus ini kembali berkembang biak dan merangsek menuju kulit sehingga menyebabkan herpes zoster.

Pada permulaannya, gejala herpes zoster akan menyebabkan sedikit demam, pilek, cepat merasa lelah, lesu, dan lemah. Gejala Herpes Zoster ini khas untuk infeksi virus. Pada kasus yang lebih berat, bisa dirasakan nyeri sendi, sakit kepala dan pusing. Nyeri akan terasa di bagian tubuh Anda yang sarafnya terpengaruh. Nyeri ini berkisar dari ringan sampai berat berupa rasa pegal, terbakar atau menusuk-nusuk. Kulit di bagian tubuh yang terkena biasanya terasa lunak.

Beberapa hari kemudian Gejala Herpes Zoster akan timbul bintik kecil kemerahan pada kulit. Bintik-bintik ini lalu berubah menjadi gelembung-gelembung transparan berisi cairan, persis seperti pada cacar air namun hanya bergerombol di sepanjang kulit yang dilalui oleh saraf yang terkena. Bintik-bintik baru dapat terus bermunculan dan membesar sampai seminggu kemudian. Jaringan lunak di bawah dan di sekitar lepuhan dapat membengkak untuk sementara karena peradangan yang disebabkan oleh virus.

Gejala Herpes Zoster Gelembung kulit ini mungkin terasa agak gatal sehingga dapat tergaruk tanpa sengaja. Jika dibiarkan, gelembung akan segera mengering membentuk keropeng (krusta) yang nantinya akan terlepas dan meninggalkan bercak berwarna gelap di kulit (hiperpigmentasi). Bercak ini lama-kelamaan akan pudar tanpa meninggalkan bekas. Namun, jika gelembung tersebut pecah oleh garukan, keropeng akan terbentuk lebih dalam sehingga mengering lebih lama. Kondisi ini juga memudahkan infeksi bakteri. Setelah mengering, keropeng akan meninggalkan bekas yang dalam dan dapat membuat parut permanen.

Virus varisela-zoster umumnya hanya mempengaruhi satu saraf saja, pada satu sisi tubuh. Sesekali, dua atau tiga syaraf bersebelahan dapat terpengaruh. Saraf di kulit dada atau perut dan wajah bagian atas (termasuk mata) adalah yang paling sering terkena. Herpes zoster di wajah seringkali menimbulkan sakit kepala yang parah. Otot-otot wajah juga untuk sementara tidak dapat digerakkan.

Herpes zoster dapat terjadi pada siapa pun di usia berapapun. Sekitar 1 dari 5 orang pernah terkena herpes zoster pada suatu saat dalam hidupnya. Meskipun jarang terjadi, seseorang bisa terkena herpes zoster lebih dari sekali. Dalam kebanyakan kasus, serangan herpes zoster terjadi tanpa alasan yang jelas. Kadang-kadang stres atau sakit dapat menjadi pemicunya. Herpes zoster lebih umum pada orang yang berusia di atas 50 tahun dan yang memiliki sistem kekebalan lemah, misalnya penderita HIV/AIDS atau mereka yang sistem kekebalannya ditekan untuk pengobatan kanker.

Bila Anda belum pernah menderita cacar air, Anda akan terkena cacar air bila tertular varisela zoster dari penderita herpes zoster. (Anda tidak bisa terkena herpes zoster dari penderita herpes zoster).  Virus ini menular melalui kontak langsung dengan kulit yang terkena. Namun, kebanyakan orang dewasa dan anak-anak yang lebih tua pernah menderita cacar air sehingga kebal terhadapnya.

Komplikasi Penyakit Herpes Zoster

Herpes zoster tidak menimbulkan komplikasi pada kebanyakan orang. Bila timbul komplikasi, hal-hal berikut dapat terjadi:

1. Neuralgia pasca herpes

Ini adalah komplikasi yang paling umum. Nyeri saraf (neuralgia) akibat herpes zoster ini tetap bertahan setelah lepuhan kulit menghilang. Masalah ini jarang terjadi pada orang yang berusia di bawah 50. Rasa nyeri biasanya secara bertahap menghilang dalam satu bulan tetapi pada beberapa orang dapat berlangsung berbulan-bulan bila tanpa pengobatan.

2. Infeksi kulit

Kadang-kadang lepuhan terinfeksi oleh bakteri sehingga kulit sekitarnya menjadi merah meradang. Jika hal ini terjadi maka Anda mungkin perlu antibiotik.

3. Masalah mata

Herpes zoster pada mata dapat menyebabkan peradangan sebagian atau seluruh bagian mata yang mengancam penglihatan.

4. Kelemahan/layuh otot

Kadang-kadang, saraf yang terkena dampak adalah saraf motorik dan saraf sensorik yang sensitif. Hal ini dapat menimbulkan kelemahan (palsy) pada otot-otot yang dikontrol oleh saraf.

5. Komplikasi lain

Misalnya, infeksi otak oleh virus varisela-zoster, atau penyebaran virus ke seluruh tubuh. Ini adalah komplikasi yang sangat serius tapi jarang terjadi. Penderita herpes zoster dengan sistem kekebalan tubuh lemah lebih berisiko mengembangkan komplikasi langka ini.

Penyebab herpes zoster adalah akibat serangan virus varicella zoster, penyebab herpes ini juga bisa mengakibatkan terjadinya serangan penyakit cacar air. Penyebab herpes yang mengakibatkan infeksi awal yang terjadi bbiasanya akan berakhir dengan masuknya virus masuk ke dalam ganglia atau ke dalam badan saraf. Penyebab herpes varicela ini kemudian akan masuk pada saraf spinalis atau juga pada saraf kranialis dan penyebab herpes zoster jumlahnya selalu terbatas pada proses penyebaran dari akar saraf yang juga ikut terlibat di dalam kulit. Penyebab herpes zoster ini biasanya tidak akan pernah menimbulkan gejala lain lagi atau bisa juga kembali menjadi aktif selama beberapa tahun kemudian.

Gejala Herpes Zoster

Posted in Penyebab Herpes | Tagged , , , , , | Leave a comment

Penyebab Herpes Kulit

Penyebab Herpes Kulit – Herpes merupakan penyakit yang ditandai dengan adanya bintik merah nanah dan berkelompok di kulit dan disertai oleh demam. Penyebab herpes adalah virus anggota famili Herpertoviridae. Virus herpes menyerang kulit dan selaput lendir.

Penyakit Herpes Kulit

Ada tipe virus herpes yang hanya menyerang membran mukus di mulut dan bibir. Selain itu, ada pula tipe herpes yang hanya menyerang alat genital sehingga menyebabkan sakit pada alat kelamin. Virus memasuki tubuh melalui luka kecil dan bersarang di tubuh secara permanen. Oleh karena itu, herpes dapat kambuh sewaktu-waktu, biasanya jika seseorang sedang stres dan daya tahan tubuhnya menurun.

Penyebab Herpes Kulit

Penyebab Herpes Kulit

Selain pada saat daya tahan tubuh menurun, Penyebab Herpes Kulit umumnya bisa kambuh jika :

  1. Lama terpapar cahaya matahari
  2. Sedang demam tinggi
  3. Stres fisik maupun emosi
  4. Aktivitas seksual
  5. Sehabis operasi
  6. Selagi haid atau menstruasi
  7. Mengkonsumsi makanan atau obat-obatan tertentu

Pada saat Penyebab Herpes Kulit kambuh itulah virus herpesnya bangkit dari tidur, lalu bisa pindah menularkan kepada pasangan seksnya. Satu dari sepuluh orang yang melakukan kegiatan seks dengan orang yang tidak memperlihatkan gejala herpes masih ada kemungkinan tertular herpes kelamin. Kasus Penyebab Herpes Kulit yang kambuh bisa juga tanpa gejala. Maka, jangan melakukan aktivitas seksual apabila terasa panas, gatal, pedih pada kemaluan. Apalagi jika cacar herpes sudah muncul di kemaluan, untuk amannya sebaiknya tidak melakukan kegiatan seks kendati memakai kondom. Tunggu sampai sembuh dulu.

Anak dan bayi tertular herpes bibir dan mulut dari orang dewasa. Penularan terjadi melalui kecupan atau ciuman. Maka sebaiknya tidak mencium anak dan bayi jika orang dewasa sedang sariawan, apalagi jika tahu dirinya pernah herpes bibir dan mulut.

Penularan Penyakit Herpes Kulit

Penularan juga dapat terjadi melalui tangan tercemar virus herpes. Jika tangan pengidap herpes memegang cacar herpes, atau baru habis dari kamar kecil, langsung memegang mata, menyentuh anak, bisa menularkan jika tidak membasuh tangan dengan sabun dahulu. Penularan bisa terjadi pada diri sendiri jika memegang cacar herpes lalu tidak membasuh tangan. Tangan yang tercemar virus herpes yang tidak dibasuh dulu bisa memindahkan virusnya ke bagian tubuh mana saja, termasuk sewaktu memegang atau memakai lensa kontak.

Herpes simpleks berbahaya pada ibu hamil. Penularan bisa terjadi sebelum lahir, sewaktu persalinan atau sehabis melahirkan. Jika itu serangan herpes pertama kali, sebagian besar menular. Jika herpesnya kekambuhan saja, kecil kemungkinannya menular. Hanya jika infeksi pertama kali yang diperkirakan berpotensi menularkan. Pada kasus demikian agar anak tidak tertular, dipertimbangkan persalinan tidak melalui jalan lahir seperti biasa, melainkan memilih persalinan caesar lewat dinding perut. Oleh karena itu maka setiap ibu hamil sebaiknya melakukan pemeriksaan herpes simpleks juga sebelum menikah atau begitu hamil. Biasanya dilakukan pemeriksaan laboratorium darah TORCH.

Dengan pemeriksaan ini selain untuk mengetahui kemungkinan herpes simpleks, juga toxoplasma, campak jerman rubella, dan virus cyotomegalo. Dari hasil pemeriksaan tersebut dapat diketahui apakah herpes kelaminnya sedang, pernah atau masihkah aktif. Dengan demikian, bisa dilakukan upaya pencegahan agar herpes ibu tidak membahayakan anak yang dikandung dan bakal dilahirkannya.

Penyebab Herpes

Penyebab herpes akibat serangan virus herpes simpleks 1 adalah salah satu jenis penyebab yang umum dalam menimbulkan luka demam yang terjadi pada sekeliling mulut. Penyakit herpes simpleks 2 biasanya juga akan menimbulkan masalah penyakit herpes kelamin. Namun belakangan ini sudah diketahui lagi bahwa jenis virus pada tipe 1 juga bisa menyebabkan terjadinya penyakit infeksi pada kelamin dan begitu juga untuk jenis virus tipe 2 bisa saja menginfeksi ke daerah mulut misalnya lewat hubungan seksual.

Penyakit herpes genitalis bisa berpeluang dalam menyebabkan terjadinya kematian pada bayi yang mengalami infeksi. Jika seorang perempuan dengan riwayat kesehatan menderita penyakit herpes kelamin aktif disaat sedang proses persalinan, maka lebih baik melakukan proses persalinan caesar.

Hal lainnya yang harus diketahui mengenai penyakit herpes adalah biasanya pada penderita penyakit herpes kadang mereka seperti merasa seperti terserang penyakit usus buntu, penyakit sakit kepala sebelah atau migrain dan serangan jantung. Kemudian gejala selanjutnya yang terjadi adalah seperti yang sudah dijelaskan diatas.

Banyak orang yang mengira bahwa penyakit herpes genitalis bisa menilar lewat toilet. Virus dari penyebab herpes genitalis atau jenis HSV 1 dan HSV 2 hanya akan menular lewat kontak langsung dari kulit ke kulit misalnya adalah disaat sedang berciuman dan sedang melakukan hubungan seksual. Penyakit herpes genitalis bisa menimbulkan luka misalnya adalah terjadinya lepuhan yang akan terasa nyeri pada bagian mulut dan juga pada daerah kelamin. Kemudian pada saat itulah akan terbentuk luka dan virus herpes akan mulai berpindah dan menular.

Cara Mencegah Penyakit Herpes

Cara mencegah penyakit herpes adalah dengan :

  1. Menghindari aktivitas seksual dengan pasangan yang sudah positif menderita penyakit herpes.
  2. Lebih baik saling terbuka dengan pasangan Anda. Hal ini bisa membantu mencegah terjadinya penyakit herpes. Namun yang lebih ideal adalah jika Anda merasa cukup nyaman dalam melakukan kontak seksual dengan pasangan Anda, maka Anda bisa melakukan konsultasi dengan dokter mengenai kesehatan seksual Anda.

Penyebab Herpes Kulit

Posted in Penyebab Herpes | Tagged , , , , , | Leave a comment

Penyebab Penyakit Herpes

Penyebab Penyakit Herpes – Penyakit herpes ada dua. Herpes simpleks dan herpes zoster. Herpes simpleks ada yang menyerang bibir dan mulut, ada juga yang bersarang di kelamin. Sedangkan herpes zoster menyerang kulit badan bagian mana saja. Umumnya hanya menyerang 1 sisi tubuh. Penyebab Penyakit Herpes adalah virus herpes. Virus ini menular. Menyerupai penyakit cacar. Virus berasal dari cacar herpes tersebar di udara, dan masuk ke dalam tubuh melewati saluran pernapasan. Penularan Penyebab Penyakit Herpes terjadi juga lewat bersentuhan langsung dengan cacar herpes, atau melalui berciuman. Sedangkan herpes kelamin ditularkan melalui hubungan seks.

Jika daya tahan tubuh menurun, seseorang rentan terserang herpes. Semakin buruk daya tahan tubuh, semakin berat penyakitnya. Semakin tua usia pasien, umumnya semakin parah penyakit herpes yang diderita.

Herpes simplex di bibir dan mulut bisa menyerang semua umur. Sedangkan herpes simpleks kelamin umumnya menyerang orang dewasa. Demikian pula halnya dengan herpes zoster. Empat perlima orang Amerika mengidap herpes bibir dan mulut. Sekitar 45 juta penduduk Amerika mengidap herpes kelamin. Dua juta diantaranya tidak sadar jika tengah mengidapnya, sebab tidak bergejala. Sebagian besar herpes simpleks memang tidak menunjukkan gejala. Hampir sebagian besar penduduk menjadi pembawa herpes atau carrier virus herpes (70%-90%). Hanya 1% saja yang gejala nya muncul.

Penyebab Penyakit Herpes biasanya kambuh-kambuhan. Herpes kambuhan umumnya lebih ringan dibanding dengan herpes serangan pertama. Atau bisa juga tanpa gejala. Virus Penyebab Penyakit Herpes zoster berkerabat dengan virus cacar air. Yang waktu kecil pernah terkena cacar air setelah besar akan terkena herpes zoster jika kekebalan terhadap cacar air tidak sempurna.

Herpes simpleks mulut dan bibir gambarannya khas. Di bibir tumbuh lenting-lenting bening sekepala jarum pentul bergerombol. Tumbuhnya di perbatasan selaput merah bibir dengan kulit. Tampak agak kemerahan. Mulanya gatal, setelah pecah menjadi perih. Herpes bibir yang sudah sembuh bisa kambuh kembali. Biasanya kambuh di tempat yang sama. Mungkin disertai tidak enak badan, demam, dan nyeri kepala.

Sedangkan herpes yang di mulut menyerupai sariawan. Bedanya dengan sariawan, herpes mulut kambuh di tempat yang sama. Jika Anda sering sariawan ditempat itu, kemungkinan herpes mulut. Herpes kelamin lebih berat. Pada pria, cacar herpesnya tumbuh di kulit kulup, kepala penis, atau leher penis. Sedangkan pada wanita tumbuh di bibir kemaluan, klitoris, kulit bawah vagina, vagina dan bisa juga di leher rahim. Herpes pada homoseks bisa tumbuh di dubur atau ujung usus besar. Pada wanita nyeri herpes kelamin bisa luar biasa hebat, hingga mungkin tidak bisa berjalan, atau menimbulkan gangguan berkemih.

Herpes zoster umumnya menyerang sesisi tubuh saja. Jika berat, mungkin menyerang pada kedua sisi. Awalnya juga terasa pegal, nyeri, di bagian tubuh yang akan ditumbuhi herpes. Beberapa hari kemudian pada kulitnya terasa panas dan pedih. Lalu di kulit yang terasa tidak enak itu muncul warna kemerahan dengan lenting-lenting cacar herpes sebesar kacang hijau bergerombol mirip kulit melepuh terkena api. Gambaran cacar herpesnya berderet menyerupai ular, maka dijuluki “cacar ular”. Munculnya bisa memilih pada kulit wajah, atau bola mata, leher, bahu, lengan, dada, perut, paha, atau pada tungkai dan kaki, tetapi hanya sesisi dan biasanya sembuh dengan sendirinya dalam waktu dua minggu. Umumnya disertai demam, pegal linu, dan nyeri kepala.

Hal-hal yang harus dilakukan jika gejala diatas muncul adalah dengan melakukan tindakan pencegahan. Misalnya adalah tindakan yang paling pertama menjaga gelembung herpes agar tidak pecah. Dan jika gelembung itu pecah maka biasanya kulit akan lebih beresiko mengalami infeksi. Dan jika kulit yang mengalami infeksi, maka akan membuat kuman lainnya lebih mudah masuk ke dalam kulit yang mengalami infeksi tersebut. Cara yang paling baik adalah dengan menggunakan bedak gatal pada bagian tubuh yang terkena serangan virus herpes. Sebaiknya jangan mandi selama beberapa waktu, karena mandi akan menimbulkan masalah shock pada tubuh. Hal ini disebabkan karena air dingin yang langsung bersentuhan dengan kulit yang sedang mengalami infeksi.

Jika Anda menggunakan obat herpes, maka sebaiknya pilihlah jenis obat yang bisa membantu mengurangi gejala herpes yang muncul. Penyakit herpes bukanlah salah satu jenis penyakit kulit yang bisa sembuh dengan begitu saja, hingga saat ini masih belum ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit herpes secara total. Penggunaan salepa atau juga penggunaan bedak memang bisa membantu, namun sebaiknya jangan lupa minum obat-obatan yang bisa membantu mengurangi gejala yang muncul pada tubuh. Anda bisa menggunakan obat yang sudah diresepkan oleh dokter misalnya adalah seperti paracetamol, desciclovir, famsiklovir, dan jenis obat yang lain. Pemberian dari obat-obatan ini bertujuan membantu mengurangi terjadinya demam yang muncul dan juga rasa nyeri yang bermunculan di dalam bagian tubuh. Dan selain itu juga, obat-obatan tersebut biasanya bisa menjadi antivirus di dalam tubuh Anda. Penderita penyakit herpes untuk kasus yang sudah parah, sebaiknya harus dibawa langsung ke rumah sakit dalam mendapatkan perawatan yang intensif serta mendapatkan infus. Dan selain itu juga, cara mengobati penyakit herpes menggunakan bahan alami bisa dengan menggunakan daun sangjo. Caranya adalah haluskan daun tersebut, kemudian di oles kebagian yang terkena penyakit herpes.

Penyebab Penyakit Herpes

Posted in Penyebab Herpes | Tagged , , , , , | Leave a comment