Herpes Simpleks

Herpes Simpleks  РMasyarakat seringkali mengeluh mempunyai sariawan berdasarkan rasa sakit didalam mulut yang dialaminya. Padahal banyak hal yang dapat menyebabkan nyeri, misalnya ulser pseudomembran (membran palsu) dan luka. Oleh karena itu masyarakat disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter gigi dan penyakit mulut apabila mengalami sariawan untuk dapat dievaluasi lebih lanjut. Herpes simpleks ini harus dapat dibedakan dengan infeksi virus herpes lainnya, seperti herpes zoster pada daerah mulut dan varicella atau cacar air yang mempunyai gambaran lenting berair yang mudha pecah dan menjadi ulser/ sariawan yang disebabkan oleh reaksi alergi dan tidak didahului dengan lentingan maupun demam.

Herpes Simpleks

Herpes SimpleksHerpes Simpleks

Penyakit Herpes

Penyakit Herpes simpleks sebenarnya termasuk dalam penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya . Pada fase replikasi yaitu hari pertama sampai ketiga dapat diberikan antiviral seperti asiklovir 200-400 mg lima kali sehari dalam 5 hari. Fase replikasi juga dapat ditandai dengan munculnya lenting baru meskipun sudah lewat 72 jam pertama. Setelah fase replikasi selesai antiviral tidak efektif lagi . Pengobatan yang dapat diberikan adalah pengobatan sesuai gejala, misalnya penanganan pada ulser yang ditujukan untuk mencegah infeksi sekunder dan mempercepat penyembuhan, serta peningkatan daya tahan tubuh dengan memberikan multivitamin atau imunodulator serta antiseptik topikal seperti obat kumur yang mengandung chlorhexidine 0,2%. Demam yang terjadi pada kasus ini dapat diatasi dengan pemberian antipiretik sedangkan untuk mengatasi rasa sakit saat makan, dapat diberikan obat kumur yang memiliki efek anastesitopikal seperti dyclonine hydrochloride 0,5% atau diphenydramine hydrochloride 5mg/5ml. Atau dapat diberikan salep antiviral pada kasus herpes pada bibir, tetapi kurang efektif untuk herpes didalam mulut karena tidak bisa menempel biasanya daerah yang terkena pun cukup luas sehingga lebih dipilih antiviral sistemik secara oral atau diminum.

Hampir lebih dari separuh populasi sudah pernah terpapar virus herpes. Namun tidak semuanya menimbulkan gejala herpes. Penularan virus ini sendiri adalah secara langsung melalui kontak lukanya langsung dan melalui cairan tubuh seperti air liur. Seperti virus lainnya birus herpes ini tidak dapat ditularkan melalui alat atau benda seperti sikat gigi. Masa inkubasi infeksi ini pada umumnya 5-7 hari namun dapat bervariasi dengan rentang 2-12 hari.

Pada penyebab herpes simpleks primer yang menimbulkan gejala dapat dijumpai gambaran primary herpes simplex stomatitis, yaitu ada ulser atau semacam sariawan di gusi dan juga ditempat lain, biasanya jumlahnya banyak. Sariawan ini biasanya didahului dengan munculnya lenting-lenting berair didalam mulut. Tempat paloing sering terjadi ulser/ sariawan pada herpes simpleks adalah langit-langit mulut bagian depan, lidah bagian atas gusi.

Seluruh infeksi sebenarnya merupakan self limitting disease sehingga sebenarnya sariawan ini dapat sembuh dalam 7-10 hari meskipun tidak diobati dan meninggalkan bekas. Herpes Simpleks ini sering membuat anak menjadi rewel tidak mau makan, dan kondisi tubuhnya melemah. Keadaan ini yang sering membuat  pasie datang ke dokter untuk berobat. Pada kasus-kasus ternetu membutuhkan perawatan yang lebih intensif sampai rawat inap seperti keadaan umum yang berat karena kondisi tubuh yang sangat lemah akibat tidak bisa makan.

Sekali terkena penyebab herpes virus herpes simpleks, virus itu ada pada tubuh bersifat laten yang tidak aktif. Virus tersebut akan menjadi aktif jika terpapar faktor pemicu. Faktor pemicu yang dapat menyebabkan virus aktif kembali adalah paparan sinar matahari (herpes pada bibir) , stress fisik maupun psikologis gangguan hormonal seperti saat akan menstruasi, dan beberapa kondisi yang menyebabkan imunitas tubuh turun yaitu pada HIV dan anemia. Virus yang aktif kembali dapat menyebabkan (1) ulser atau sariawan didalam mulut, (2) herpes labialis rekuren yaitu timbul lenting-lenting pada daerah bibir yang kemudian pecah menjadi ulser dan tidak mengenai bagian dalam mulut.

Gejala Herpes

Semua penyakit herpes didahului dengan gejala awal selama 1-2 hari yaitu demam dan nyeri otot. Kemudian timbul lenting-lenting dengan ukuran 1-2 mm , berwarna bening dan berisi cairan, berkelompok atau sendiri-sendiri. Lenting-lenting ini mudah sekali pecah terutama bila terjadi didalam mulut sehingga yang sering ditemukan adalah ulser atau sariawan yang banyak yan terasa sakit. Sedangkan lenting-lenting pada daerah bibir biasanya masih dapat ditemui .

Cara Mengobati Herpes

Antibiotik tidak diperlukan pada penanganan herpes simpleks, kecuali pada orang yang benar-benar tidak bisa menjaga kebersihan mulutnya dapat diberikan secara topikal. Sama sakli tidak diperlukan antibiotik sistemik atau diminum. Pemberian kortikosteroid juga merupakan kontra indikasi pada infeksi ini.

Tetap menjaga kebersihan mulut selama mengalami herpes simpleks, seperti dengan menggososk gigi dua kali sehari, seperti biasa serta menggunakan obat kumur seperti yang disarankan dokter gigi dan penyakit mulut. Pemakaian obat kumur tidak boleh sembarangan, harus sesuai petunjuk dokter karena jika dilakukan secara berlebihan dapat mengganggu floran normal rongga mulut dan dapat menimbulkan infeksi lain penyebab herpes seperti tumbuhnya jamur.

Untuk mengurangi rasa sakit penyebab herpes, sebaiknya menghindari makanan yang berbumbu seperti opor dan rendang, makanan yang pedas dan asam. Makanan yang dimaka dapat berupa makanan lunak atau cair. Pencegahan penyebab herpes utama adalah menjaga daya tahan tubuh, makan makanan yang sehat dan untuk menghindari perilaku seksual yang dapat menyebabkan penularan virus herpes dari genital.

Herpes Simpleks


=====================================

>>> Propolis Melia Nature Untuk Mengobati Penyakit Herpes dan Penyakit Lainnya, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyebab Herpes and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *