Infeksi Herpes Simpleks

Infeksi Herpes Simpleks  – Infeksi herpes simpleks adalah infeksi yang disebabkan oleh virus herpes simpleks. Terdapat 80 jenis virus herpes dan delapan diantaranya dapat menyebabkan infeksi pada manusia, virus herpes simpleks adalah salah satunya.

Infeksi Herpes Simpleks

Infeksi Herpes Simpleks

Penyakit Herpes

Sebenarnya virus infeksi herpes simpleks itu terdiri dari dua macam, yaitu virus herpes simpleks tipe I (HSV I) yang sering menyerang daerah mulut dan virus herpes simpleks tipe II (HSV II) atau Herpes Genital yang biasa menyerang daerah kemaluan. Tapi tidak menutup kemungkinan Herpes tipe II dapat ditemukan di mulut saat karena adanya kontak orogenital (kontak mulut dan kelamin). Seiring zaman yang kian terbuka ini kejadian ditemukannya herpes tipe II ini di mulut semakin meningkat. Begitu juga sebaliknya. HSV I yang seharusnya ada di mulut dapat juga ditemukan di daerah genital. Angka kejadian herpes simpleks cukup sering terjadi di masyarakat.

Secara umum infeksi herpes simpleks melalui 2 tahap yaitu :

  1. Pertama adalah infeksi primer pada saat tubuh terkena virus herpes simpleks untuk pertama kalinya. Kejadian infeksi primer HSV I paling banyak pada usia 2-3 tahun, sedangkan insiden HSV 2 biasanya trejadi pada usia yang telah aktif secara seksual. Terdapat dua kemungkinan saat orang terkena infeksi primer yaitu bergejala atau tidak timbul gejala. Orang dengan tipe-tipe primer yang tidak bergejala jarang datang berobat karena memang tidak merasakan apa-apa meskipun virus telah memasuki tubuhnya. Infeksi primer terjadi saat virus pertama kali masuk ke dalam kulit atau mukosa. Infeksi ini dapat meneybabkan timbulnya gejala prodromal dan sariawan yang terjadi khas pada gusi yang dinamakan primary herpetic gingivostomatitis. Namun infeksi primer ini tidak bergejala sama sekali. Primary herpetic gingivostomatitis biasanya terjadi pada anak-anak dalam bentuk ulser yang sangat sakit terutama pada gusi, walaupun dapat terjadi juga pada bagian lain dari mulut. Biasanya anak menjadi rewel dan tidak mau makan. Setelah seseorang terapapar virus ini, virus akan bergerak ke ujung saraf yang disebut ujung ganglion dorsal. Di saraf ini, virus akan bereproduksi lagi dan tidak menimbulkan gejala, ia menjadi tidak aktif sampai ada faktor predisposisi/ faktor pencetus yang membuatnya aktif kembali. Periode ini disebut periode laten.
  2. Kedua adalah infeksi rekuren, yaitu infeksi berikutnya karena virus herpes simpleks yang bersembunyi didalam tubuh menjadi aktif kembali. Infeksi rekuren ini umumnya menimbulkan gejala. Bila terjadi suatu kondisi tertentu seperti stressk, papara sinar matahari yang berlebihan, menurunnya sistem kekebalan tubuh, kelelahan, atau perubahan hormon, virus akan menjadi aktif kembali dan bereplikasi sehingga menimbulkan gejala klinis yaitu gejala prodromal dan sariawan yang diawali dengan lentingan. Fase ini disebut fase rekurensi. Setelah fase rekurensi maka virus akan kembali laten di ujung saraf hingga ada faktor yang mencetuskannya aktif kembali. Gambaran klinis dari fase rekuren ini adalah recurrent intra oral herpes (terjadi didalam mulut) dan recurrent herpes labialis ( terjadi di bibir luar).

Penyebab Herpes

Penyebab herpes khususnya untuk penyakit herpes simpleks terbagi menjadi 2 yakni adalah HSV 1 dan HSV 2 :

  1. Penyebab  herpes HSV 1 disebabkan karena penyebab herpes yang terjadi akibat luka pada bibir yang disebut dengan penyakit herpes labialis, dan luka yang terjadi pada kornea mata yang disebut dengan keratitis herpes simpleks. Biasanya penyebab herpes ini ditularkan lewat kontak dengan sekresi atau juga pada daerah mulut.
  2. Penyebab herpes HSV 2 disebabkan karena penyakit herpes genitalis dan biasanya ditularkan lewat kontak langsung dengan luka misalnya saat sedang melakukan hubungan seksual.

Diagnosa yang ditegakkan pada penyebab herpes adalah dilihat dari gejala-gejala yang muncul pada bagian tubuh tertentu dan juga gejala yang khas untuk penyakit herpes simplpeks. Untuk membantu menegakkan diagnosis maka bisa dilakukan dengan cara pembiakan virus penyakit herpes, lewat pemeriksaan darah dalam mengetahui ada atau tidaknya peningkatan pada kadar antibodi serta biosi. Pada stadium awal, diagnosis biasanya ditegakkan dengan cara menggunakan beberapa teknik yang paling baru yakni adalah dengan melakukan suatu reaksi pada rantai polimerase, yang biasanya digunakan untuk membantu mengenal DNA dari penyebab herpes virus herpes simpleks yang ada di dalam jaringan atau juga ada di dalam cairan tubuh.

Cara Mengobati Penyakit Herpes

Satu-satunya pengobatan penyakit herpes labialis yang dilakukan adalah dengan cara menjaga dan memelihara kebersihan pada daerah yang mengalami infeksi dengan cara mencucinya dengan rajin menggunakan sabun dan juga menggunakan air. Kemudian pada daerah tersebut dikeringkan, jangan dibiarkan lembab. Karena jika dibiarkan lembab maka hal ini akan mengakibatkan peradangan yang terjadi semakin memburuk, bisa membuat penyembuhan menjadi lebih lama dan membuat lebih mudah terjadinya infeksi bakteri. Untuk membantu melakukan pencegahan dan pengobatan pada infeksi bakteri, maka biasanya dokter akan memberikan salep antibiotik. Jika infeksi dari bakteri terjadi semakin hebat dan bisa menimbulkan beberapa gejala yang semakin parah maka biasanya akan diberikan obat antibiotik per-oral atau juga bisa diberikan lewat suntikan. Penggunaan dari krim anti virus kadang juga dioleskan langsung pada bagian kulit yang mengalami lepuhan. Penggunaan obat herpes seperti asiklovir dan jga vidarabin per oral juga bisa digunakan untuk mengobati infeksi herpes yang sangat berat dan juga sangat meluas.

Infeksi Herpes Simpleks


=====================================

>>> Propolis Melia Nature Untuk Mengobati Penyakit Herpes dan Penyakit Lainnya, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyebab Herpes and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *