Penyebab Herpes Kulit

Penyebab Herpes Kulit – Herpes merupakan penyakit yang ditandai dengan adanya bintik merah nanah dan berkelompok di kulit dan disertai oleh demam. Penyebab herpes adalah virus anggota famili Herpertoviridae. Virus herpes menyerang kulit dan selaput lendir.

Penyakit Herpes Kulit

Ada tipe virus herpes yang hanya menyerang membran mukus di mulut dan bibir. Selain itu, ada pula tipe herpes yang hanya menyerang alat genital sehingga menyebabkan sakit pada alat kelamin. Virus memasuki tubuh melalui luka kecil dan bersarang di tubuh secara permanen. Oleh karena itu, herpes dapat kambuh sewaktu-waktu, biasanya jika seseorang sedang stres dan daya tahan tubuhnya menurun.

Penyebab Herpes Kulit

Penyebab Herpes Kulit

Selain pada saat daya tahan tubuh menurun, Penyebab Herpes Kulit umumnya bisa kambuh jika :

  1. Lama terpapar cahaya matahari
  2. Sedang demam tinggi
  3. Stres fisik maupun emosi
  4. Aktivitas seksual
  5. Sehabis operasi
  6. Selagi haid atau menstruasi
  7. Mengkonsumsi makanan atau obat-obatan tertentu

Pada saat Penyebab Herpes Kulit kambuh itulah virus herpesnya bangkit dari tidur, lalu bisa pindah menularkan kepada pasangan seksnya. Satu dari sepuluh orang yang melakukan kegiatan seks dengan orang yang tidak memperlihatkan gejala herpes masih ada kemungkinan tertular herpes kelamin. Kasus Penyebab Herpes Kulit yang kambuh bisa juga tanpa gejala. Maka, jangan melakukan aktivitas seksual apabila terasa panas, gatal, pedih pada kemaluan. Apalagi jika cacar herpes sudah muncul di kemaluan, untuk amannya sebaiknya tidak melakukan kegiatan seks kendati memakai kondom. Tunggu sampai sembuh dulu.

Anak dan bayi tertular herpes bibir dan mulut dari orang dewasa. Penularan terjadi melalui kecupan atau ciuman. Maka sebaiknya tidak mencium anak dan bayi jika orang dewasa sedang sariawan, apalagi jika tahu dirinya pernah herpes bibir dan mulut.

Penularan Penyakit Herpes Kulit

Penularan juga dapat terjadi melalui tangan tercemar virus herpes. Jika tangan pengidap herpes memegang cacar herpes, atau baru habis dari kamar kecil, langsung memegang mata, menyentuh anak, bisa menularkan jika tidak membasuh tangan dengan sabun dahulu. Penularan bisa terjadi pada diri sendiri jika memegang cacar herpes lalu tidak membasuh tangan. Tangan yang tercemar virus herpes yang tidak dibasuh dulu bisa memindahkan virusnya ke bagian tubuh mana saja, termasuk sewaktu memegang atau memakai lensa kontak.

Herpes simpleks berbahaya pada ibu hamil. Penularan bisa terjadi sebelum lahir, sewaktu persalinan atau sehabis melahirkan. Jika itu serangan herpes pertama kali, sebagian besar menular. Jika herpesnya kekambuhan saja, kecil kemungkinannya menular. Hanya jika infeksi pertama kali yang diperkirakan berpotensi menularkan. Pada kasus demikian agar anak tidak tertular, dipertimbangkan persalinan tidak melalui jalan lahir seperti biasa, melainkan memilih persalinan caesar lewat dinding perut. Oleh karena itu maka setiap ibu hamil sebaiknya melakukan pemeriksaan herpes simpleks juga sebelum menikah atau begitu hamil. Biasanya dilakukan pemeriksaan laboratorium darah TORCH.

Dengan pemeriksaan ini selain untuk mengetahui kemungkinan herpes simpleks, juga toxoplasma, campak jerman rubella, dan virus cyotomegalo. Dari hasil pemeriksaan tersebut dapat diketahui apakah herpes kelaminnya sedang, pernah atau masihkah aktif. Dengan demikian, bisa dilakukan upaya pencegahan agar herpes ibu tidak membahayakan anak yang dikandung dan bakal dilahirkannya.

Penyebab Herpes

Penyebab herpes akibat serangan virus herpes simpleks 1 adalah salah satu jenis penyebab yang umum dalam menimbulkan luka demam yang terjadi pada sekeliling mulut. Penyakit herpes simpleks 2 biasanya juga akan menimbulkan masalah penyakit herpes kelamin. Namun belakangan ini sudah diketahui lagi bahwa jenis virus pada tipe 1 juga bisa menyebabkan terjadinya penyakit infeksi pada kelamin dan begitu juga untuk jenis virus tipe 2 bisa saja menginfeksi ke daerah mulut misalnya lewat hubungan seksual.

Penyakit herpes genitalis bisa berpeluang dalam menyebabkan terjadinya kematian pada bayi yang mengalami infeksi. Jika seorang perempuan dengan riwayat kesehatan menderita penyakit herpes kelamin aktif disaat sedang proses persalinan, maka lebih baik melakukan proses persalinan caesar.

Hal lainnya yang harus diketahui mengenai penyakit herpes adalah biasanya pada penderita penyakit herpes kadang mereka seperti merasa seperti terserang penyakit usus buntu, penyakit sakit kepala sebelah atau migrain dan serangan jantung. Kemudian gejala selanjutnya yang terjadi adalah seperti yang sudah dijelaskan diatas.

Banyak orang yang mengira bahwa penyakit herpes genitalis bisa menilar lewat toilet. Virus dari penyebab herpes genitalis atau jenis HSV 1 dan HSV 2 hanya akan menular lewat kontak langsung dari kulit ke kulit misalnya adalah disaat sedang berciuman dan sedang melakukan hubungan seksual. Penyakit herpes genitalis bisa menimbulkan luka misalnya adalah terjadinya lepuhan yang akan terasa nyeri pada bagian mulut dan juga pada daerah kelamin. Kemudian pada saat itulah akan terbentuk luka dan virus herpes akan mulai berpindah dan menular.

Cara Mencegah Penyakit Herpes

Cara mencegah penyakit herpes adalah dengan :

  1. Menghindari aktivitas seksual dengan pasangan yang sudah positif menderita penyakit herpes.
  2. Lebih baik saling terbuka dengan pasangan Anda. Hal ini bisa membantu mencegah terjadinya penyakit herpes. Namun yang lebih ideal adalah jika Anda merasa cukup nyaman dalam melakukan kontak seksual dengan pasangan Anda, maka Anda bisa melakukan konsultasi dengan dokter mengenai kesehatan seksual Anda.

Penyebab Herpes Kulit


=====================================

>>> Propolis Melia Nature Untuk Mengobati Penyakit Herpes dan Penyakit Lainnya, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyebab Herpes and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>